Tokyo

Hari 1
Perjalanan dimulai dari higashi hiroshima menuju stasiun Tokyo. Berangkat jam 9.07 dan diperkirakan tiba jam 13.33. Walaupun ceritanya naik shinkansen, tp kesalahan kami cuma memesan 2 kursi untuk dua orang dewasa, 1 anak dan 1 bayi, jadilah sempit-sempitan deh dan akhirnya suami nomaden mencari kursi yang kosong. Shinkansen itu ada gerbong reserved dan non reserved. Kalau reserved sudah dipastikan dapat kursi sesuai yang tertera di tiket, tapi kalo non reserved, siapa cepat dia yang dapat tempat duduk.

Sampai di Tokyo tepat waktu. Setelah itu kami makan siang bekal yang sudah dibuat dari rumah. Tujuan hari ini adalah Odaiba, pulau buatan yang ada robot Gundamnya. Namun cuaca saat itu mendung, perkiraan gerimis sampai malam hari. Akhirnya kami putuskan untuk langsung menuju apato yang sudah di booking via Airbnb. Apato kami di daerah okubo, satu stasiun dari shinjuku station.

Malam hari sempat keluar ke shinjuku sebentar melihat keramaian ibukota.

Hari 2
Rencana hari ini menjelajah Shibuya, Harajuku, Yoyogi dan sekitarnya.

Sebenarnya trip ini adalah trip colongan. Kebetulan suami ada pertemuan di Tokyo, saya dan anak-anak ikutan deh, kan lumayan tiket PP suami dan penginapan gratis (dibayarin kampus 😀 ). Tapi karena trip colongan tadi, jadinya seperti setengah hati dijalanin.

Pagi-pagi doi dah sibuk sama paper dan persiapan presentasi. Jadwal doi kan sore hari, jadi saya merasa bisa ajakan kita muter-muter sebentar. Ternyata senseinya ngajak ketemuan untuk membahas apalah. Hilang fokus deh kalo sudah kayak gini.

wp-1490194255910.jpeg

Dari apato kita langsung menuju shibuya. Petunjuk jelas banget deh, hachiko exit. Sepertinya patung hachiko sudah menjadi landmark dan musti foto sama tu anjing >.<  Berkejaran dengan waktu, doi ingetin lagi bahwa dia janjian ma senseinya. Ya sudahlah kita ngalah, cuma ngeliatin lalu lintas shibuya gitu deh, ga jadi mo cuci mata liat mall.

Langsung deh cuss menuju kampus tempat pertemuan. Setelah makan siang, doi kan mo ketemu ma sensei, trus saya dan anak-anak ngapain dong, masa mo nungguin sampe sore. Ya udah, saya dan anak-anak jalan sendiri deh. Sesuai rencana awal, kami menuju harajuku. Ya untuk pertama kali ke Tokyo, kita itinerary mainstream aja. Harajuku itu yang ngetop kan Takeshita street dan Daiso nya.

Sebenarnya ada satu lagi di kawasan ini yaitu Ometesando, pusat perbelanjaan juga yang ga kesampaian karena kaki dah pegal jalan terus gendong bayi pula. Kurus-kurus, aamiin.

Hari ke 3

Hari ini kami pindah apato ke daerah Asakusa.

Karena trip ini colongan, jadi ceritanya penginapan 2 hari di okubo itu di bayarin kampus (redeem) karena terkait acara doi di Tokyo ini, kita kan cuma nebeng aka penggembira saja. Nah penginapan 2 hari berikutnya baru tanggung sendiri.

Dari okubo menuju asakusa itu kita menggunakan JR line lalu pindah subway Ginza line. Titik transitnya bisa di akihabara, itu loh yang terkenal pusat elektroniknya. Saya dah seneng aja mo mampir, mo cari kamera rencananya, tapi doi hari ini janjian lg ma senseinya. Ya udah lanjut menuju apato deh, titip barang dulu karena baru bisa cek in jam 2 siang, sedangkan pas sampe sana baru setengah satu. Tanggung banget ya, tapi di jepang ini kejujuran di atas segalanya lho.. Meski host yang punya rumah ga lihat langsung, tapi kan CCTV ada dimana-mana, trus bisa aja nanti dia kasih review kita jelek di akun Airbnb, kedepannya kan jadi susah kl mo booking pake Airbnb lagi.

Setelah taroh koper gede banget. Doi ke kampus tempat pertemuan, sedangkan saya dan anak-anak menuju Odaiba, pulau buatan yang ngetop dengan patung gundammya.

Sayangnya, ternyata gundam sedang dibongkar. Kabar yang beredar, sang gundam akan dipindahkan ke tempat lain. Berita yang lain menyebutkan, patung ini akan diganti dengan gundam versi terbaru. Wallahualam. Anak saya lumayan kecewa, karena sebenarnya sudah lama saya menjanjikan akan melihat gundam di Tokyo, tapi baru kesampaian saat ini, ketika gundamnya sedang di bongkar.

 

Lanjut menuju spot berikutnya, patung liberty. Rasa-rasa Amerika gapapa la, sebelum liat patung yang benerannya di Amerika sana :D.

Sesungguhnya ada banyak spot yang bisa dikunjungi di Odaiba ini, antara lain Madame Tussauds, Legoland,dan beberapa museum (Trick Art, Takoyaki, Science, etc). Tapi karena saya jalan sama balita dan bayi, sendirian pula, perjalanan dicukupkan saja untuk hari itu. Janjian sama ayahnya anak-anak di stasiun deket apato.

Pulang kita isi perut dulu supaya sampe apato bisa langsung istirahat. Di jalan ketemu restoran india, tulisannya halal siy, ya udah coba aja masuk. Cuma pesen 1 paket kari sama ebi(udang) goreng bumbu khas india gitu, lupa istilah namanya apa. Itu aja doi dah ngomel karena mahal buat kantong kita :p

Mampir Kaminarimon dulu la sebelom pulang dan tetiba saya ingat ada ramen halal deket Sensoji Temple ini, tapi mungkin karena malam hari dan suasana pertokoan sudah sepi, kami tidak menemukan letak resto ramen halal tersebut.

 

Hari ke empat

Ke Gunung Fuji

Perjalanan hari ini sudah direncanakan sejak lama. Menuju gunung fuji, kami menggunakan bus yang memang tujuannya ke gunung fuji, stasiun Lake Kawaguchi tujuan akhirnya dan berangkat dari stasiun Shinjuku. Agak random juga ini itinerary-nya karena juga menyesuaikan dengan teman  yang mo bareng ke Fuji dan beliau cuma bisa di hari ke empat ini. Kalo bisa di hari kedua atau ketiga kan sebenernya leih deket kalo berangkat dari okubo, lumayan hemat waktu dan biaya 🙂

Jadwal tiket bus 10.45 dan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan. Untuk pulang pada sore harinya jam 17.40. Tiket ini sudah di booking online 2 minggu sebelum keberangkatan dan inilah hasilnya, cuma tersisa jam segini dan seat pun dapetnya termasuk bagian belakang.

Ketika sampai langsung menuju Lake Kawaguchi dengan jalan kaki kurang lebih 15 menit. Disitu belum kelihatan gunung Fuji nya. Setelah makan siang dari bekal yang di bawa, kami menuju kachi-kachi ropeway (kereta gantung). Kita sampai pada spot paling bagus untuk melihat Gunung fuji, sayangnya suasana mendung, kurang jelas kalo di foto tapi subhanallah memang indah ciptaan Allah.

Catatan: Ropeway ini hanya beroperasi sampai jam 3 sore, karena yang saya lihat mereka sedang melakukan perawatan di tempat tersebut. Mungkin agar lebih nyaman dan aman bekerja jika tidak ada pengunjung. Saya terlalu asyik foto selfi sampe foto sekeluarga hampir lupa, pas mo foto bareng rame-rame, eh malah disuruh turun karena sudah habis jam operasionalnya.

Pas di atas beli tiket terusan, ropeway dan juga naik kapal dari lake kawaguchi tadi. Dari kapal ini juga bisa terlihat gunung fuji dengan jelas, apalagi kalo suasana cerah akan bagus sekali tertangkap kamera

 

Hari ke lima

Pfyuh.. Sisa-sisa tenaga rasanya. Siap-siap packing langsung check out. Rencananya koper gede ini mau di titip di koin locker, sudah bertanya ke security tapi kita yang ngerti arahan beliau, jadilah tuh koper digeret terus.

Hari ini explore sekitar penginapan di asakusa. Persis belakang apato adalah Kitchen kapabashi, tempat penjualan alat-alat dapur, banyak banget yg menarik dari cutter cookies, loyang, cetakan kue, berbagai jenis pisau tapi saya mencari cetakan takoyaki yg bisa di taroh atas kompor bukan yg elektrik. Harga disini termasuk tinggi lho..

Tujuan berikutnya adalah ramen halal naritaya yang ada di sebelah persis Sensoji Temple, setelah pencarian gagal di malam hari. Kali ini harus nemu, dan ketemu akhirnya. Saya ga tau ya rasa ramen itu sebenernya gimana, jadi yang ini biasa aja, enak-enak saja 😀

Hari sudah siang, target jam 7 malam sudah sampai stasiun Tokyo tapi masih banyak tempat yg ingin dikunjungi. Anak paling gede seneng banget ma tower-tower yang ada di Jepang. Maka utk memenuhi keinginan anak, tujuan terakhir kita adalah Tokyo Skytree. Dari asakusa bisa naik kereta, tapi memanglah tokyo sangat padat, banyak sekali jalurnya sampai bingung sendiri, sudah nanya pun masih nyasar, kita muter2 disitu aja selama beberapa lama. Sudahlah akhirnya diputuskan jalan kaki menuju Skytree, sebenernya ga terlalu jauh tapi kondisi dengan sisa tenaga jadinya capek banget. Daerah Tokyo Skytree sendiri punya banyak spot yang bisa dikunjungi. Ada akuarium, museum science anak, pertokoan, dan tokyo skytree itu sendiri. Antrian panjang dan waktu sudah jam 3 sore. Sepertinya tidak memungkinkan utk naik ke skytree, ya sudah kita menghabiskan waktu di mall aja, tapi mampir museum science dulu.

Malam itu shinkansen terakhir menuju higashi hiroshima. Anginnya masih dingin sekali menusuk ke tulang. Sampai apato langsung hidupkan penghangat, anak-anak langsung tidur, kita bersih-bersih badan baru tidur.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: