Jangan pergi ke Jepang

Kamu yakin mau ke Jepang???

1. Jauh dari keluarga
Namanya juga merantau, pastilah jauh dari orang-orang terkasih. Tapi ga usah khawatir, dengan kecanggihan teknologi saat ini, jarak bukanlah masalah. Kita masih bisa komunikasi dengan keluarga koq, bisa manfaatin tu WhatApps, Line, Facebook, ato media sosial lainnya. Lagipula, di tempat baru janganla pula mengurung diri. Ada komunitas pelajar Indonesia yang bisa jadi tempat berbagi. Ikuti semua kegiatan yang diselenggarakan dengan komunitas lokal ini. Jadi nambah keluarga baru kan.

2. Rindu makanan Indonesia
Saya membayangkan foto-foto makanan indonesia yang bertebaran di timeline salah satu medsos saya. Wuiih, ngiler.. Sebenernya bisa aja buat sendiri untuk mengobati rasa kangen. Masalahnya saat ini saya belum tau tempat belanja bahan-bahan yang dibutuhkan. Tau sendiri kan di jepang, masakannya sangat minim dengan bumbu. Beda dengan makanan kita, yang satu masakan aja, bumbunya banyak banget.

3. Semua tulisan huruf kanji
Ini menyulitkan apalagi pas terima surat dari kantor walikota, ga bisa baca deh tu surat, apalagi mengerti Isi nya. Trus, kesulitan berikutnya pas cari makanan halal, resto disini menu nya pake kanji, sedikit sekali yg disertai bahasa inggris. Sebenernya bisa aja kita hapalin kalimat yg ‘jangan pake babi’ ato pesan vegetarian food. Imbasnya mending masak sendiri kan, tapi lagi-lagi pas mo modif masakan dan mencari bahan2 yg halal, mentok lg deh tuh sama huruf kanji. Hal ini bisa disiasati dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yaitu google translate, yah walopun kadang artinya suka ngaco, setidaknya kita punya gambaran maksud tulisan kanji tersebut. Cara lainnya adalah, berteman dengan orang lokal, misalnya kawan di kampus yang orang jepang, minta tolong beliau tu bacain surat yang mungkin dianggap penting, seandainya masih kurang jelas ketika bertanya dengan Om google😛

4. Ga semua orang bisa bahasa inggris.
Masih nyambung dg poin no.3, pas kita mo jalan niy dg moda transportasi umum misalnya bus dan kereta, semua tulisannya pake kanji. Pusing tuh baca tulisan.
Tapi tenang saja, meski tidak banyak yang bisa bahasa inggris, orang jepang itu pada dasarnya ramah dan suka menolong. Jika kita bertanya tentang sesuatu atau lagi bingung niy, mereka dengan senang hati akan membantu mencari jawaban. Entah pake googling, ntah cari orang yang bisa bahasa inggris dan cara lainnya.

5. Biaya hidup mahal
Ya iyalah bro n sis, kalau anda bandingin dengan rupiah, duit kita jauh nyungsep. Makanya ga usah dihitung pake rupiah. Caranya, duit anda yang ada disini, dicukupkan saja untuk biaya hidup disini. Beasiswa itu sudah dihitung dengan cermat dan diperkirakan cukup untuk biaya hidup satu bulan, kecuali kita nya boros dengan jajan mulu. Ada beberapa cara untuk menghemat pengeluaran disini, antara lain belila barang/perkakas seperti pakaian, peralatan masak,dll di barang bekas, walopun namanya begitu tapi barang disini masih terjaga kualitasnya, toh kita juga bisa pilih sesuai standar kualitas kita. Orang jepang tu kebanyakan duit, jadi kalo ada keluar model baju terbaru, baju lama dah dianggap ketinggalan jaman. Cara lainnya yaitu cari barang di toko murah seperti daiso atau 100Y, semua barang disini harganya 100 yen sebelum kena pajak, tinggal pilih aja sesuai kebutuhan kamu. Beberapa supermarket juga menerapkan harga diskon pada jam malam, biasanya di atas jam 7 malam.

 

Gimana, masih berani ke Jepang???

Santai aja teman, saya yakin kita bisa survive di negeri orang, anggap saja nambah pengalaman hidup buat bahan diceritain ke anak cucu di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: