Coincidence or fate

Foto ini dibuat awal tahun lalu, ketika pesta piala dunia masih hangat menjadi pembicaraan. Tak ingin kalah heboh dengan euphoria saat itu, aq pun berinisiatif membeli jersey juga. Terus terang saya bukan penggemar sepak bola, hanya ikut-ikutan saja, tapi saya punya negara favorit lho, lebih tepatnya negeri impian, yaitu Belanda. Ada cerita dibalik terpilihnya jersey Jepang yang dikenakan suami. Sebelumnya saya pilihkan Spanyol dengan alasan warnanya merah, saya rasa cukup pantas dengan warna kulitnya yang agak gelap, lagipula Spanyol selama ini mempunyai record yang bagus di piala dunia. Ternyata pilihan saya untuk kaos Spanyol tidak berjodoh, karena kaos yang ada ukuran kecil, tidak akan muat dipakai suami yang ukuran badannya sedikit besar. Ukuran yg dirasa pas saat itu dan tersedia kalo tidak salah hanya Jepang. Jepang juga negara terbaik untuk sepak bola di Asia bukan, setidaknya dialah juara untuk kawasan Asia. Tanpa pikir panjang, saya ambil jersey Jepang tersebut, ukurannya pun gede, pasti muat niy untuk suami, pikirku. Firasat saya berkata,, ini akan menjadi negara kunjungan kami selanjutnya. Entah kapan, wallahualam. Tak lupa mengabadikan momen bersejarah karena bertepatan dengan ulang tahun pernikahan, pakai jersey baru beli, ahhaaay. Jadilah foto keluarga.

PicsArt_1440154007215[1]

Beberapa bulan sebelum foto ini dibuat … suami ditawari untuk melanjutkan studi ke negara yang ada di foto ini. Saya ‘iyakan’ saja ketika dia bilang mo ikut tes beasiswa. Saya hanya tersenyum karena saya tidak percaya dia akan berhasil saat itu. Dan lama tanpa kabar akan hasil tes tersebut, bisa kita simpulkan sendiri hasilnya kan.

Lama berselang setelah foto ini dibuat. Kesempatan itu datang lagi. Tepatnya akhir tahun lalu, kabar itu datang lagi, kesempatan untuk melanjutkan studi ke Jepang. Saya sangat bersemangat mendorong suami untuk sekolah lagi. Firasat saya mengatakan beliau akan lulus pada tes kali ini.

Waktu berlalu, entah kapan pengumuman resmi itu keluar. Hihihi, pengumuman datang pada saat tak terduga, tepat sebelum hari raya idul fitri. Akhirnya, ikut bahagia sayang..

Pada detik-detik terakhir menuju keberangkatan.. Cuaca selama seminggu terakhir lumayan cerah. Namun dua hari sebelum hari H, asap kembali menyelimuti kota ini. Panik sudah pasti. Berusaha menghubungi maskapai yg issued tiket, namun hasilnya tidak memuaskan. Kerugian tetap di tanggung penumpang.

Tiket sudah di beli sama sponsor utk keberangkatan dari Jakarta – Bali –Osaka, namun untuk Pekanbaru – Jakarta kita modal sendiri. Bandara pekanbaru sudah ditutup. Kami cek penerbangan dari Padang ternyata tiket sudah habis terjual. Pilihan lainnya terbang lewat Batam. Setelah dirasa tidak ada solusi dari maskapai untuk re-schedule, kami (maksudnya saya dan anak mengantar) langsung menuju pelabuhan, beliau akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Buton menginap satu malam, lalu pagi menuju pulau Batam. Berangkat ke Jakarta siang hari. Malam hari menuju Bali, lalu tengah malam menuju Osaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: