Bangkok

Late post.. baru sempat di publish :p
IMG01482-20140511-1816Go to many places as you can. you always can make much money but you always can’t make many memories –anonim-

kata-kata diatas sangat menginspirasi aku untuk pergi ke banyak tempat. Maka setahun sekali kami luangkan waktu untuk pergi berlibur. Mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah kami datangi. Tahun 2014 ini tujuan kami adalah Bangkok. Tiket sudah saya incer dari tahun lalu, ya walaupun tidak dapat kursi gratis, tapi syukur juga masih dapat tiket promo. Sekali lagi, Air Asia mewujudkan mimpi kami, mengubah hidup kami menjadi traveller ala backpacker alias turis kere.

Aku ingin melihat dunia, itulah mimpi ku.. mungkin mengelilingi dunia terlalu sulit untuk direalisasikan namun setidaknya semua kota di Sumatera sudah pernah ku datangi. Perjuanganku ingin melihat dunia tidak surut. Berburu tiket murah Air Asia adalah solusinya. Berbekal tiket murah dari Air Asia, perjalanan kami di tahun 2014 ini akan menuju Bangkok. Tiket sudah aku pegang dari tahun lalu dan lumayan juga perjuangannya. mulai merayu suami untuk mengabulkan keinginanku ini, hingga berburu tiket.

Itinerary yang kami buat, Pekanbaru-Kuala Lumpur, Kuala Lumpur-Bangkok Hotel sudah saya booking, kami menyewa kamar dengan nama Sawasdee Inn. Harga lumayan di daerah deket-deket Khaosan Road. Booking hotel online itu tidak selalu memuaskan. Kamarnya sempit teman, jangankan untuk sholat, meletakkan koper aja harus menutup pintu dulu. Sebenarnya wajar sih dengan tarif kamarnya, karena pada saat pemesanan, kriteria saya yang penting kamar mandi dalam, ada pendingin ruangan dan TV tapi TV pun percuma karena ga ngerti ngomong apa wong orangnya menggunakan bahasa Thai. Ya resiko kami yang memang modal nekat dan hemat juga. Hihihi..

Mari kita mulai cerita ini. Karena kedatangan kami ke Bangkok jatuh di hari minggu, maka tujuan pertama kami adalah Pasar Chatuchak. Naik bus aja dari daerah Khaosan. Pasarnya rata-rata seperti pasar di Indonesia, pasar tradisional gitu. Disini kita tawar menawar harga, setengah harga pun bisa dapat kalau anda jago menawar. Di pasar ini banyak orang Indonesia juga lo, maksudnya jadi wisatawan bukan pedagang. Rata-rata mereka memborong alias kalap disaat belanja. Sedangkan kami, tidak ada yang spesial menurut saya. Barang dan harganya hampir sama dengan yang ada di Indonesia. Daripada nambahin bagasi, saya cuma membeli magnet kulkas buat nambahin koleksi saya dan juga mencicipi jajanan pasar yang ada. Yang menjadi tantangan di Thailand adalah mencari tempat makan yang halal. Hari sudah siang dan kami sudah mulai kelaparan. Cara mudah adalah dengan membeli buah. Buah-buah di Bangkok ini segar sekali, sangat menarik perhatian untuk dicoba. Ada banyak pilihan buah segar atau yang bentuknya jus. Setelah berkeliling dan mencari tempat makan siang, kami menemukan tempat makan yang ada tulisan halalnya. Kesalahan kami adalah tidak bertanya dulu harga makanan yang kami pesan karena perut sudah menagih jatah makanan, ketika dihitung-hitung total makan siang kami hampir 400 ribu rupiah untuk 2 orang dewasa dan 1 balita, ampun dah. Ketika dapat tempat duduk, langsung pesan makanan karena antri bro untuk makan disini. Samar-samar saya mendengar kursi dibelakang saya ngomong bahasa Indonesia. Asyik sekali ibu tersebut menceritakan perjuangannya dalam menawar koper yang sudah ditangannya itu. Makanan kami datang,, langsung cus,, hajar makanannya,, sambil minum es jeruk ahh nikmatnya. Akhirnya saya ga tahan juga untuk ikutan ibu tersebut ngobrol. Jadi dapet berapa bu kopernya? Ibu tersebut membalas dan langsung memberitahu toko tempat jualnya. Padahal saya Cuma basa-basi. Serasa ada di Indonesia padahal kita sedang di Bangkok. Bulan Mei di Bangkok dan cuaca sangat panas sekali. haus dan keringat menjadi teman kami. Untungnya jus jeruk dingin banyak sekali dijual disini.

 

Wat Pho..

Wat Pho..

Pulang dari Chatuchak kami mampir ke penginapan dulu, ngadem. Kasian anakku juga terlihat kecapekan. Setelah merasa cukup istirahat dengan tidur-tiduran dikamar dan AC pool, kami sekarang menuju kawasan Khaosan Road yang fenomenal itu. Kalau tidak salah menilai, jalan Khaosan ini hampir mirip dengan daerah Malioboronya di Yogyakarta. Di sepanjang jalan orang menawarkan barang, atau mungkin jasa, karena yang terkenal di Thailand adalah spa dan massage nya.

Masih banyak cerita lainnya, yang mungkin bisa disambung lain waktu.

Mari siapkan budget anda, cari tiket promo kalau bisa gratis (dengan ikutan kuis :p) dan siapkan itinerary nya \^_^/ Happy Holiday

IMG01484-20140512-1034

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: